Unschool menjadi istilah yang ramai dibicarakan di komunitas Mobile Legends setelah munculnya polemik yang melibatkan pro player Skylar. Banyak warganet memakai kata tersebut untuk menyindir pemain esports yang memilih berhenti sekolah demi mengejar karier sebagai atlet profesional. Padahal, makna asli unschool berbeda dengan penggunaan yang kini viral di media sosial.
Fenomena ini semakin banyak diperbincangkan setelah kanal YouTube Edutektif mengunggah video yang membahas sisi lain tren tersebut. Video itu mengajak publik melihat risiko jangka panjang ketika pendidikan ditinggalkan demi mengejar impian menjadi pro player.
![]() |
Apa Itu Unschool?
Unschool sebenarnya merupakan pendekatan pendidikan alternatif. Anak tetap belajar, tetapi prosesnya tidak mengikuti kurikulum sekolah formal seperti pada umumnya. Pembelajaran dilakukan secara mandiri sesuai minat, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing.
Namun, istilah itu mengalami pergeseran makna di komunitas esports Indonesia. Kini, unschool lebih sering dipakai untuk menggambarkan pemain muda yang berhenti sekolah agar bisa fokus mengejar karier sebagai gamer profesional. Bahkan, sebagian orang mengaitkannya dengan anggapan bahwa pendidikan tidak lagi penting selama seseorang mampu sukses di dunia game.
Kenapa Kasus Skylar MLBB Membuat Unschool Viral?
Pembahasan mengenai unschool kembali memanas setelah muncul kontroversi yang melibatkan Skylar. Dari situ, banyak pengguna media sosial mulai mendiskusikan apakah berhenti sekolah demi esports merupakan pilihan yang tepat.
Video Edutektif menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh survivorship bias. Banyak orang hanya melihat sedikit pro player yang berhasil memperoleh penghasilan besar, tetapi lupa bahwa jauh lebih banyak pemain yang gagal mencapai level profesional.
Akibatnya, sebagian remaja mulai menganggap sekolah sebagai penghalang menuju kesuksesan. Padahal, peluang menjadi atlet esports profesional sangat kompetitif dan masa kariernya relatif singkat.
Karier Esports Tidak Selalu Berjalan Panjang
Dalam pembahasannya, Edutektif mengutip penelitian yang menunjukkan rata-rata puncak pendapatan atlet esports berada di usia sekitar 21 tahun. Setelah melewati usia tersebut, performa banyak pemain mulai mengalami penurunan karena faktor refleks dan kemampuan motorik.
Artinya, banyak pemain harus memikirkan kehidupan setelah pensiun ketika usia mereka masih sangat muda. Tantangan akan semakin berat apabila mereka tidak memiliki pendidikan maupun keterampilan lain di luar bermain game.
Kenapa Pendidikan Masih Penting?
Edutektif menilai sekolah bukan sekadar tempat mempelajari mata pelajaran seperti matematika atau sains. Lingkungan pendidikan membantu seseorang belajar bekerja sama, mengendalikan emosi, menerima kritik, hingga membangun kedisiplinan.
Masa remaja merupakan periode penting bagi perkembangan kemampuan berpikir rasional dan pengendalian diri. Jika seorang anak langsung masuk ke lingkungan profesional tanpa bekal yang cukup, risiko munculnya konflik maupun keputusan yang kurang matang menjadi lebih besar.
Tanggung Jawab Industri Esports
Tim profesional memiliki tanggung jawab untuk tetap memperhatikan pendidikan pemain muda yang direkrut. Solusinya, menyediakan program homeschooling, pelatihan etika, literasi keuangan, pendampingan psikolog, hingga aktivitas olahraga fisik. Tujuannya agar pemain berkembang sebagai individu, bukan hanya mengejar prestasi kompetitif.
FAQ
Apa arti Unschool?
Unschool adalah metode pendidikan alternatif yang mengutamakan pembelajaran mandiri tanpa mengikuti kurikulum sekolah formal.
Kenapa istilah Unschool viral?
Istilah ini viral setelah muncul perdebatan mengenai pemain esports yang memilih berhenti sekolah demi mengejar karier profesional.
Apakah Unschool sama dengan putus sekolah?
Tidak. Makna asli unschool adalah metode belajar alternatif. Dalam komunitas esports Indonesia, istilah tersebut bergeser menjadi sebutan bagi pemain yang meninggalkan sekolah formal.
Mengapa banyak yang mengkritik fenomena Unschool?
Banyak pihak khawatir remaja hanya melihat kisah sukses segelintir pro player dan mengabaikan risiko gagal berkarier di dunia esports.
Apakah bisa sukses di esports tanpa meninggalkan sekolah?
Bisa. Banyak atlet profesional di berbagai cabang olahraga tetap menyelesaikan pendidikan sambil menjalani karier kompetitif.
Kunjungi toko Gamebook untuk mendapatkan game original, aksesori, dan merchandise gaming serta anime favoritmu.

Komentar
Posting Komentar